2 Perbedaan Street Photography dan Human Interest

Fotografi jalanan bukan satu-satunya genre fotografi yang menampilkan sesuatu yang ada di jalanan. Selain fotografi jalanan ada juga human interest yang juga sama-sama menampilkan sesuatu yang ada di sana. Tentu terdapat perbedaan street photography dan human interest meskipun genrenya mirip.

Fotografi jalanan atau street photography adalah aliran fotografi yang menampilkan realita, objek, dan hal-hal menarik yang ada dan terjadi di jalanan. Sementara human interest, selain menampilkan foto, menampilkan juga konteks dan cerita syarat makna yang ada pada foto atau seputar objek dalam foto kami juga menyediakan jasa foto street photography.

Perbedaan Street Photography dan Human Interest

Keduanya memiliki kesamaan dan kerap kali diidentifikasi sebagai sesuatu yang sama walaupun berbeda nama. Faktanya, street photography dan human interest adalah dua hal yang berbeda. Betul bahwa keduanya merupakan aliran dalam fotografi, namun perbedaan tetap perbedaan yang jelas tidak sama.

Sebelum berbicara apa beda keduanya, ada baiknya membahas mengenai kesamaan keduanya. Street photography dan human interest sama-sama menampilkan jalanan dan manusia di jalanan sebagai objek utama fotonya. Jalanan ada soul (jiwa) dari aliran fotografi tersebut dan sesuatu yang tidak mungkin absen.

Perbedaan street photograpy dan human interest dapat dilihat dari makna-tujuan dan momen-situasi.

1. Makna dan Tujuan

Human interest memiliki tujuan untuk menimbulkan semacam empati dan mempengaruhi opini dari orang yang melihat fotonya. Orang yang melihat foto human interest akan merasakan beragam perasaan, dari mulai kasihan, senang, sedih, gembira, dan marah. Orang tersebut juga akan belajar kritis dari fotonya.

Foto Jurnalistik merupakan aliran dari human interest. Foto-foto human interest menyajikan makna dan berita yang umumnya tampil di beragam media, termasuk koran dan berita online. Human interest lebih lanjut umumnya menampilkan hal yang lebih dari sekadar gambar dari orang atau objek acak di jalanan.

Berbeda dengan human interest, fotografi jalanan jelas lebih sederhana dan lebih apa adanya. Keduanya sama-sama berusaha memotret apa yang terjadi di jalanan. Fotografi jalanan tidak berusaha melakukan eksplorasi lebih jauh. Foto yang ditampilkan umumnya lebih apa adanya tanpa banyak konteks dan makna.

2. Momen dan Situasi

Perbedaan street photography dan human interest kedua ada pada momen dan situasi. Fotografi jalanan umumnya dilakukan serta merta dengan berjalan kaki dan berada di lokasi tanpa ada alasan khusus selain memotret. Fotografer jalanan akan berada di sana untuk menemukan sesuatu yang unik.

Penelusuran area-area di jalanan dilakukan untuk menemukan sesuatu yang mengesankan untuk diabadikan. Fotografer akan bermain dengan cahaya dan bersabar menunggu momentum yang akan menghasilkan foto estetis di jalanan. Tidak banyak maksud tersembunyi yang akan dieksplorasi di sini.

Berbeda dengan fotografi jalanan, fotografi human interest merupakan aktivitas yang dilakukan pada momen tertentu, termasuk ketika sedang melakukan bepergian ke sebuah daerah atau tempat. Interaksi dan eksplorasi dengan manusia yang ceritanya atau gambarnya akan diabadikan itu sangat penting.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui konteks, ekspresi, emosi, dan cerita dibalik gambar. Mengkonsumsi referensi yang ada kaitannya dengan apa yang akan dipotret juga merupakan hal yang harus dilakukan seorang fotografer. Dengan demikian, fotografer bisa memproduksi cerita yang lebih nyata.

Ternyata, perbedaan street photography dan human interest bisa dilihat dari tujuan dan situasinya. Jika tidak dipelajari dengan baik, siapapun akan kesulitan membedakan keduanya. Street photography terlihat lebih lepas dan bebas ketimbang human interest. Keterikatan antara human interest dan berita sangat kuat.