3 Tahapan Proses Produksi Video untuk Pemula

Setiap videografer memiliki proses produksi video sesuai dengan gaya masing-masing. Namun, langkah-langkah dasarnya tetap sama. Oleh karena itu, jika kamu ingin berlatih videografi (atau menjadi videografer yang lebih baik), mulailah dengan belajar runutan proses berikut!

Pra Produksi Video

Saat pra produksi video, mulailah dengan membuat konsep. Jawab pertanyaan seperti:

- Konten apa yang ingin kamu tampilkan?

- Siapa audiensmu?

- Pesan apa yang ingin kamu sampaikan?

- Apakah kamu memiliki tujuan atau tindakan yang ingin kamu promosikan kepada audiens?

Setelah mengetahui tujuan dan visimu secara keseluruhan, mulailah aktivitas pra-produksi dengan membuat rencana.

Kendati demikian, perlu kamu pahami bahwa videografi mungkin tidak memiliki tingkat pra-produksi yang sama dengan sinematografi. Namun, kamu masih dapat merencanakan pengambilan gambar dengan baik untuk memaksimalkan hasil.

Tergantung pada jenis videografi yang sedang kamu kerjakan, ikuti beberapa langkah ini:

- menulis naskah

- mencari lokasi

- menyiapkan semua perlengkapan kamera, lensa, dan perlengkapan pencahayaan

Produksi video adalah proses yang membutuhkan ketelitian. Jadi, kamu perlu perencanaan yang matang.

Lebih daripada itu, kamu juga sebaiknya membuat daftar bidikan potensial sebelumnya. Misalnya, jika kamu akan membuat videografi pernikahan. Buatlah daftar momen-momen penting seperti pemotongan kue, tarian pertama, dan perpisahan pasangan karena ini akan memudahkan proses pengambilan gambar.

Produksi Video

Setelah tahap perencanaan selesai, saatnya syuting video. Kunci untuk menjadi videografer yang baik adalah belajar mengenali detailnya. Namun, jangan khawatir! Kamu akan segera terbiasa setelah jam terbangmu tinggi.

Kendati demikian, mari kita lihat beberapa tips praktis untuk merekam video agar terlihat lebih profesional dan meningkatkan kualitas video.

1. Gunakan Latar Belakang Sederhana

Latar belakang tidak boleh mengganggu subjek. Kamu mungkin ingin menggabungkan gambar dengan dinding polos atau kertas latar.

2. Berhati-hatilah Dengan Pencahayaan

Gunakan praktik terbaik pencahayaan untuk memberikan kesan profesional pada rekaman. Lebih daripada itu, terapkan beberapa kombinasi ini:

- Lampu utama (lampu utama)

- Fill light (cahaya yang lebih menyebar digunakan untuk mengisi area bayangan yang dibuat oleh key light)

- Pencahayaan latar (menghadap subjek dan memisahkannya dari latar belakang, menciptakan pemandangan tiga dimensi)

- Lighting samping (menyalakan pemandangan dari samping, menambahkan lebih banyak tekstur)

- Pencahayaan praktis (sumber cahaya biasa sebagai bagian dari pemandangan, seperti lampu dan layar elektronik)

3. Gunakan Rule of Third

Salah satu teknik yang terkenal adalah menghindari dorongan untuk menempatkan subjek di bagian tengah gambar. Sebagai gantinya, operator kamera harus membagi bidikan menjadi tiga bagian secara vertikal dan horizontal. Kemudian, ia harus menempatkan kepala subjek di salah satu persimpangan garis tersebut. Banyak kamera memiliki kisi-kisi yang akan membantumu memvisualisasikan bidikan. Oleh karena itu, manfaatkanlah kameramu sebaik-baiknya.

Pasca Produksi Video

Mengedit video adalah proses yang rumit. Oleh karena itu, kamu sebaiknya menyewa video editor profesional untuk mendapatkan hasil terbaik.

Namun, jika kamu ingin bereksperimen dan membangun keterampilan mengedit sendiri, mulailah dengan mengikuti fase-fase pengeditan video ini:

- Atur rekaman—Pasca produksi video akan lebih mudah dikelola setelah kamu mengatur media ke dalam folder untuk akses siap pakai.

- Sinkronkan audio—Beberapa perangkat lunak pengeditan video akan secara otomatis menggabungkan audio dan video. Namun, jika kamu tidak memilikinya maka kamu harus mensinkronkan audio.

- Tinjau rekaman—Pastikan ide dasarmu telah tersampaikan dalam video yang kamu buat. Lebih daripada itu, pastikan juga untuk meninjau catatan yang kamu buat tentang bidikan mana yang bagus dan berguna dalam menunjang idemu.

- Buat potongan kasar—Gabungkan materi yang menceritakan kisah yang kamu cari. Selanjutnya, kamu mungkin perlu menggunakan placeholder untuk grafik atau teks.

- Potongan halus—Berikutnya, sempurnakan detail setiap bidikan. Pangkas bidikan dengan panjang, edit video, dan masukkan musik serta elemen visual untuk mendukung video.

- Pengeditan akhir—Kamu harus mengecek apakah videomu sudah dapat diputar di semua perangkat. Selain itu, pada tahapan ini, kamu harus meninjau gradasi warna dan kualitas audio.

Itulah 3 tahap proses produksi video yang perlu kamu ingat. Panduan di atas akan berguna bagi kamu yang hendak belajar videografi. Oleh karena itu, catat dan terapkan saat mulai berlatih!