4 Teknik Human Interest Photography yang Baik dan Benar

Bidang fotografi ini dipilih untuk menggambarkan realitas yang terjadi tanpa filter apa pun. Untuk mendapatkan gambar yang berkualitas, dibutuhkan teknik human interest photography yang benar. Hal ini dikarenakan ada emosi dan peristiwa nyata yang akan ditangkap kami juga menyediakan jasa foto murah.

Beberapa fotografer menggunakan teknik fotografi ini untuk menyoroti isu perekonomian yang tidak stabil, kemiskinan, lingkungan kotor, pola hidup tidak sehat, bahkan pemerintahan buruk. Meski begitu, tidak melulu harus hal-hal negatif yang diabadikan.

Teknik Human Interest Photography

Asalkan memahami cara pengambilan gambar, penentuan objek hingga pemilihan komposisi yang tepat, siapa saja bisa menghasilkan gambar terbaik. Silakan jadikan informasi berikut sebagai acuan sebelum melompat ke jalan:

1. Persiapkan Diri dan Segala Perlengkapan

Tentu saja salah besar jika menuju medan perang tanpa perlengkapan. Mental pun harus siap saat menekuni bidang fotografi ini. Buang rasa malu berlebih ketika mencoba menangkap gambar seseorang yang tidak dikenal.

Tak lupa isi ransel dengan segala perlengkapan yang dibutuhkan. Setidaknya bawalah kamera, lensa, baterai cadangan, dan kartu memori. Tripod juga bisa dibawa untuk memastikan bidikan stabil. Pastikan ransel memiliki rain cover supaya air hujan tidak ikut membasahi perlengkapan di dalamnya.

Jika ada ruang lebih, boleh juga membawa flash eksternal. Khususnya apabila berada di lokasi yang minim cahaya. Berbicara soal lokasi, pastikan mengenakan pakaian yang nyaman dan sesuai. 

Yang tidak diinginkan di sini yaitu merasa gerah atau kedinginan akibat salah kostum. Alhasil, ini mengganggu konsentrasi saat mengambil foto. Dan mengingat perjalanan yang cukup panjang, sebaiknya bawa barang seperlunya saja, supaya tidak mudah merasa letih.

2. Cari Subjek Potensial

Teknik human interest photography ini paling menarik dibahas. Ketika berada di area yang banyak orang, pilihan yang tersedia pun sangat beragam. Masing-masing lokasi mempunyai cerita yang siap diabadikan dalam bentuk potret.

Silakan menuju ke area perkotaan, biasanya sesekali terjadi penggerebekan kepada penjual makanan oleh Satpol PP. Atau menuju ke area persawahan dan di sana bisa ditemukan kegiatan para petani yang seolah menanamkan harapan dengan bibit-bibit padi.

Rumah tradisional di pedesaan juga tempat yang bagus, fotografer bisa menangkap aktivitas masyarakat ketika memasak menggunakan tungku api.

3. Komunikatif kepada Subjek 

Hampir setiap orang merasa tidak nyaman ketika ada kamera yang membidik tepat ke arah mereka secara tiba-tiba. Sebagai seorang fotografer, sebaiknya komunikasikan maksud mengambil foto kepada subjek.

Tujuannya guna menghindari salah paham antara kedua belah pihak. Yang dilarang adalah memanipulasi subjek, apalagi sampai mengatur subjek untuk berpose sedemikian rupa. Itu hanya akan melanggar prinsip-prinsip dari human interest photography.

4. Jepret Gambar Sebanyak Mungkin

Inilah tujuan mengapa sebaiknya bawa kartu memori tambahan. Fotografer harus mengambil gambar sebanyak-banyaknya saat berburu. Semakin banyak foto yang diambil, pilihan foto terbaik yang tersedia pun akan semakin beragam.

Tinggal pilih mana foto yang dirasa paling baik. Biar hasilnya tidak monoton, silakan main-main dengan angle kamera, misalnya coba jepret dari depan, belakang, samping, bawah dan lain sebagainya. Memang teknik dasar fotografi sangat diuji dalam bidang fotografi ini. 

Manfaatkan juga latar belakang dan arah pencahayaan di sekitar supaya hasil foto terlihat semakin unik. Yang perlu diingat, pastikan emosi subjek tetap menjadi bintang utama dari foto tersebut, karena itulah yang ingin diabadikan. Jangan sampai dikalahkan oleh latar belakang yang terlalu ramai.

Teknik human interest photography ini akan membantu dalam mengambil foto yang berkualitas. Ini hanya sekadar menjadi teori apabila hanya dibaca dan tidak diterapkan. Jadi, langsung saja ambil perlengkapan yang cukup dan mulailah berburu foto di lingkungan sekitar.