8 Teknik Fotografi Portrait Untuk Menghasilkan Foto Potret Berkualitas

Foto portrait atau potret adalah foto yang menonjolkan figur dan wajah dari subjek foto yang umumnya adalah model. Foto potret fokus pada ekspresi, bahasa tubuh, dan hal-hal yang bisa dilakukan model. Teknik fotografi portrait yang tepat diperlukan untuk menghasilkan foto potret yang berkualitas.

Pada praktiknya, teknik foto potret membuat fotografer bisa mengambil foto dalam fokus dan jarak yang sesuai dengan konsep (close up, medium, dll). Selain itu, teknik foto potret akan membuat fotografer melakukan pemotongan frame yang sesuai dengan konsep dan tujuan dari pemotretan yang dilakukan.

Teknik Fotografi Portrait yang Populer dan Banyak Digunakan

Berikut adalah 8 teknik fotografi potret yang bisa diterapkan untuk menghasilkan foto yang berkualitas.

1. Close Up

Close up adalah teknik foto potret yang umumnya pemotongan frame yang dilakukan terlihat sempit. Tujuan dari pemotongan frame sempit tersebut adalah agar lebih fokus ke ekspresi dari wajah subjek. Disebut close up tentu bukan tanpa sebab karena memang fokus utamanya adalah wajah subjek.

Ketika subjek hendak difoto, penampilan subjek yang menampilkan beragam ekspresi harus dilakukan. Menangis, tertawa, sedih, tersenyum, cemberut, girang, dan ekspresi menarik lainnya adalah gambaran utama foto. Close up umumnya menampilkan foto subjek dari bagian bahu sampai ke atas kepala.

2. Big Close Up

Varian dari teknik close up ini memiliki prinsip yang sama dengan teknik tersebut. Big close up menampilkan ekspresi dari subjeknya pada beragam situasi. Foto akan diambil dari bagian leher sampai kepala bagian atas. Fokus utama dari teknik big close up adalah mimik wajah dari subjek foto.

3. Extreme Close Up

Extreme close up adalah varian mendetail dari teknik fotografi portrait close up. Ekspresi wajah sebagai fokus utamanya. Yang berbeda, teknik ini  menampilkan hal yang spesifik di wajah, contohnya bibir, mata, dan hidung. Umumnya, teknik ini digunakan untuk iklan perusahaan kosmetik, obatan-obatan, dll.

4. Long Shot

Long Shot adalah teknik foto portrait yang menampilkan semua kegiatan dari subjek tanpa terpotong frame. Subjek akan menampilkan banyak ekspresi dan aktivitasnya dalam foto tanpa ada gangguan apapun. Long Shot merupakan teknik yang fokus pada aktivitas dan ekspresi yang dilakukan.

5. Medium Long Shot

Medium Long Shot adalah varian dari teknik foto potret Long Shot. Keduanya memiliki prinsip yang sama, yaitu memotret dan fokus pada ekspresi dan aktivitas subjek. Perbedaan antara keduanya terletak pada pemotongan frame, dimana medium long shot memotong frame sendiri dari bagian lutut sampai ke atas.

6. Extreme Long Shot

Extreme long shot adalah teknik fotografi portrait yang berusaha memasukkan objek dan subjek dalam foto. Jenis foto ini fokus pada pencarian komposisi yang tepat untuk menghasilkan gambar yang memadukan subjek dengan lingkungan sekitarnya. Contoh extreme long shot adalah foto pra pernikahan.

7. Medium Shot

Teknik foto potret ini fokus pada bahasa tubuh dari subjek yang dibarengi dengan ekspresi wajah yang ditampilkannya. Pada medium shot, pemotongan frame dilakukan mulai dari bagian pinggang sampai bagian atas kepala subjek tersebut.

8. Slanted

Teknik foto potret Slanted adalah teknik foto yang mengambil sudut yang tidak umum. Foto yang diambil tidak diambil dari samping maupun dari depan, tetapi pada sudut 45 derajat pada objek. Efek dari foto potret slanted ini mengakibatkan objek lain masuk ke rekaman kamera.

8 teknik fotografi portrait di atas bisa digunakan oleh siapapun untuk menghasilkan foto potret yang tidak hanya berkualitas tetapi juga terlihat profesional. Selain teknik yang digunakan untuk memotret dengan jenis potret, baik figur maupun ekspresi model juga berkontribusi pada kualitas foto potret.