Bokeh: Pengertian dan 4 Cara Membuat Latar Belakang Bokeh

Apakah kamu kesulitan untuk menangkap latar belakang yang indah di fotomu? Jika demikian, maka kamu perlu tahu cara membuat latar belakang bokeh dengan kamera.

Bokeh mengacu pada area di luar fokus gambar. Dalam artikel ini, kamu akan belajar apa itu bokeh, apa penyebabnya, dan cara membuat latar belakang bokeh yang memukau di fotomu.

Apa Itu Bokeh?

Kata “bokeh” berasal dari bahasa Jepang “boke” yang berarti “blur”. Dalam istilah fotografi, bokeh mengacu pada daerah yang tidak fokus dari sebuah foto. Namun, bokeh bukanlah sekadar blur itu sendiri. Bokeh mencakup kualitas keburaman di mana ada titik-titik cahaya yang tidak fokus tampak dalam foto.

Latar belakang bokeh bisa datang dalam berbagai bentuk. Bentuk ini terjadi karena jumlah bilah pada diafragma lensa. Semakin banyak bilah pada diafragma lensa, maka semakin melingkar bokeh yang akan muncul. Selanjutnya, bilah bermata lurus akan memberikan bokeh yang lebih bersudut, sedangkan bilah melengkung akan membuat kamu mendapatkan bokeh yang lebih melingkar.

Cara Membuat Latar Belakang Bokeh Di Foto Anda

Dalam fotografi, mencapai bokeh seharusnya tidak menjadi tujuan utamamu. Lebih daripada itu, prioritas utamamu adalah menangkap subjek sebaik mungkin. Namun, bokeh dapat melengkapi subjek dan menjadikannya lebih menonjol. Oleh karena itu, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk dapat melakukannya.

1. Pilih Lensa yang Tepat

Bokeh tidak terjadi karena kamera, melainkan lensa. Jadi, desain lensa yang berbeda akan menghasilkan jenis bokeh yang berbeda. Oleh karena itu, kamu harus tahu bahwa beberapa lensa menghasilkan bokeh yang lebih baik daripada yang lain.

Secara umum, kamu akan mendapatkan bokeh terbaik dengan lensa prima (yang memiliki panjang fokus tetap) dengan ukuran aperture maksimum yang besar – mis. f/1.2, f/1.4, f/1.8, f/2.0, f/2.8.

2. Perbesar

Bokeh dapat dicapai pada panjang fokus berapa pun. Namun, jika kamu kesulitan mendapatkan efek bokeh yang kuat, coba lakukan zoom lebih banyak, atau gunakan lensa dengan panjang fokus yang lebih panjang.

Jika memperbesar gambar membuatmu tidak dapat memasukkan subjek ke dalam bingkai, maka menjauhlah dari subjek Anda dan potret ulang.

3. Pilih Bukaan Lebar

Karena prioritas utama terletak pada subjek pilihanmu, maka pilih aperture terluas yang memberikan kedalaman bidang yang cukup untuk menjaga subjek berada dalam fokus yang tajam.

Ingatlah bahwa, aperture lebar atau lebih besar memiliki angka f/stop yang kecil, mis. f/1.2, f/1.4, f/1.8, f/2.0, f/2.8, sedangkan aperture kecil memiliki angka f/stop yang besar, mis. f/8, f/11, f/16 atau f/22.

4. Jadikan Bokeh Sebagai Subjek Foto

Sejauh ini, kita telah berbicara tentang bagaimana bokeh harus mendukung dan melengkapi subjek. Namun, kamu boleh juga menjadikan bokeh sebagai subjek foto.

Untuk melakukan ini, kamu ingin menghapus subjek lain dari tempat kejadian, dan memfokuskan kamera secara manual.

Atau, jika kamu belum merasa nyaman dengan fokus manual, ikuti langkah-langkah berikut:

- Pertama-tama, arahkan kamera ke objek terdekat yang dapat dijadikan fokus otomatis oleh kamera.

- Selanjutnya, tekan setengah tombol shutter.

- Kemudian, komposisikan ulang bidikan sehingga hanya bokeh yang terlihat di jendela bidik.

- Akhirnya, tekan tombol shutter sepenuhnya.

Kesimpulan

Untuk rekap, ada beberapa cara mendapatkan latar belakang bokeh yang luar biasa: gunakan lensa terbaik, perbesar, gunakan aperture lebar, dekatkan subjek dan pastikan kamu menyertakan beberapa sorotan di luar fokus dari sumber cahaya yang jauh. Sudah tidak sabar mempraktikkannya?