Fotografi Horizontal vs Vertikal: Kapan Kamu Harus Menggunakannya?

Fotografi horizontal vs vertikal - Foto horizontal adalah foto yang lebih lebar daripada tingginya. Sebaliknya, foto vertikal adalah foto yang lebih tinggi daripada lebarnya. Namun, kamera dirancang untuk mengambil satu jenis foto saja yaitu horizontal.

Pasalnya, kamera memang dibuat untuk mengikuti cara manusia melihat dunia. Dalam artian, mata normal manusia memang melihat segalanya secara horizontal. Posisi kedua mata yang sejajar inilah yang memberi kita pandangan yang lebih lebar daripada lebih tinggi.

Tahukah kamu bahwa mata kita membuat kita lebih sadar akan lingkungan karena adanya penglihatan tepi? Sayangnya, dalam foto, penglihatan kita terbatasi oleh tepi bingkai. Namun, tidak adanya penglihatan tepi ini sebenarnya dapat membantu fotografer untuk menonjolkan fokus perhatian dengan cara membatasi bidang penglihatan.

Sebuah foto tidak dapat begitu saja menarik fokus penikmatnya.  Oleh karena itu, batasan bidang penglihatan ini sangat penting. Dengan memutar kamera ke samping, fotografer dapat mencapai foto vertikal dan semakin membatasi bidang penglihatan.

Kapan Kamu Harus Menggunakan Foto Horizontal?

Foto horizontal adalah orientasi fotografi yang paling umum karena kamera dirancang untuk mengambil foto dengan cara ini. Banyak fotografer bahkan tidak berpikir untuk memutar kamera ke atas demi mengambil gambar vertikal. Gambar horizontal memiliki beberapa properti yang berbeda.

Kamu bisa menggunakan foto horizontal untuk:

1. Saat subjek horizontal: Saat subjek lebih lebar daripada tinggi, gambar horizontal melengkapi subjek.

2. Untuk memungkinkan subjek bergerak secara horizontal: Saat subjek bergerak dari satu sisi bingkai ke sisi lainnya, foto horizontal akan memperkuat rasa gerak pada gambar. Ini juga berlaku untuk subjek yang melihat ke samping. Memiliki ruang terbuka di samping memungkinkan pandangan subjek berlanjut lebih jauh daripada yang dimungkinkan dalam gambar vertikal.

3. Untuk menunjukkan kesan ruang: Foto horizontal dapat kamu pakai untuk menunjukkan kesan luas dalam lanskap. Terlebih lagi, jika subjek kecil kamu letakkan di bidang besar.

Kapan Kamu Harus Menggunakan Foto Vertikal?

Foto vertikal mungkin tidak sepopuler foto horizontal karena mengharuskan fotografer mengambil langkah ekstra untuk memutar kamera ke samping. Banyak fotografer tidak melakukannya hanya untuk mengambil gambar vertikal. Namun, gambar vertikal adalah cara fotografer mencoba meniru kemampuan fokus selektif alami otak.

Kamu bisa menggunakan foto vertikal untuk:

1. Saat subjek vertikal: Saat subjek lebih tinggi daripada lebarnya, gambar vertikal melengkapi subjek.

2. Untuk memungkinkan subjek bergerak secara vertikal: Saat subjek bergerak ke atas atau ke bawah, kamu dapat menggunakan format vertikal bersama dengan rule of third yang secara visual memungkinkan ruang subjek untuk terus bergerak. Tindakan ini akan memperkuat rasa gerak pada gambar. Selain itu, kamu juga dapat menggunakannya untuk subjek yang melihat ke atas atau ke bawah. Memiliki ruang terbuka di bagian atas bawah memungkinkan pandangan subjek terkesan lebih luas daripada gambar horizontal. Ingat juga bahwa ketika subjek bergerak lebih dalam ke dalam gambar atau bergerak ke arah kamera, ini akan muncul memberi kesan "naik atau turun" pada gambar 2D.

3. Untuk memfokuskan perhatian: Gambar vertikal dapat digunakan untuk memfokuskan perhatian audiens pada satu subjek dengan menghilangkan hampir semua indera penglihatan tepi. Ini adalah teori di balik potret dan komposisi objek tunggal lainnya.

Itulah perbedaan antara fotografi horizontal vs vertikal. Menggunakannya secara tepat tentu saja akan meningkatkan kualitas foto yang dapat kamu hasilkan. Oleh karena itu, pelajari terlebih dahulu cara yang tepat untuk mengambil kedua jenis foto di atas!