Jasa Foto Makanan: Cara Memulai dan Tips Fotografi Makanan

Bisnis restoran, toko kue, kafe, dan lainnya berkembang dengan berani menunjukkan foto produk makanan yang memikat. Inilah kenapa sangat penting bagi pebisnis untuk membuat foto produk yang baik. Oleh karena itu, kamu mungkin berpikir untuk menyewa jasa foto makanan yang berkualitas.

Tetapi mengambil fotografi produk makanan yang hebat ternyata tidak harus melibatkan menyewa fotografer profesional atau membeli peralatan mahal. Foto yang terlihat profesional dapat kamu ambil sendiri dengan aplikasi kamera smartphone. Bahkan, kamu juga bisa membuka jasa foto produk makanan aesthetic sendiri hanya dengan belajar beberapa hal berikut ini!

Cara Mengambil Foto Produk Makanan

1. Siapkan makanan agar siap difoto: Atur makanan untuk memamerkan fitur terbaiknya. Selanjutnya, pilih properti pelengkap dan peralatan makan. Letakkan subjek utama foto di tengah piring dan sisakan ruang di tepinya.

2. Dapatkan pencahayaan yang tepat: Perhatikan bahwa foto makanan membutuhkan cahaya dari samping, bukan dari depan. Kemudian, gunakan cahaya alami bila memungkinkan dan pilih cahaya yang lebih lembut jika tidak ada cahaya alami. Lebih daripada itu, kamu juga harus memerhatikan bayangan produk.

3. Bereksperimen dengan pembingkaian: Cobalah memotret dari sudut yang berbeda. Selanjutnya, gunakan warna-warna yang lebih hangat dan menggugah selera yang terlihat nyata. Kemudian, gunakan depth-of-field untuk fokus pada aspek foto yang paling menggugah selera.

4. Edit foto makanan seperti seorang profesional: Pertajam gambarmu. Kemudian, sesuaikan white balance untuk meniadakan warna yang lebih dingin dan memunculkan warna yang hangat. Selanjutnya, tingkatkan kontras, kecerahan, dan saturasi, tetapi hanya sedikit.

5. Jangan takut untuk menjadi kreatif: Aturan dibuat untuk dilanggar. Oleh karena itu, sudut, perspektif, palet warna, atau komposisi yang unik dapat membantu menonjolkan foto makanan.

Cara Memulai Bisnis Jasa Foto Makanan

Lalu, bagaimana cara memulai bisnis fotografi makanan? Jangan khawatir! Kami akan mengungkap semua langkahnya di sini!

1. Tentukan Target Market

Hal pertama yang perlu kamu lakukan dalam membangun bisnis adalah menentukan target market. Jadi, pikirkan dulu apakah kamu akan lebih fokus pada pemotretan foto makanan untuk restoran, cafe, maupun produk kemasan. Dengan demikian, kamu punya target pasar yang spesifik.

2. Investasi Peralatan

Fotografer profesional membutuhkan peralatan yang tidak sedikit. Paling tidak kamu harus punya kamera entah itu kamera DSLR atau kamera handphone. Selanjutnya, pertimbangkan juga untuk memiliki beberapa peralatan ini:

- Tripod

- Lighting set

- Alas foto

- Properti umum

3. Tentukan Harga Jasa

Harga jasa foto makanan biasanya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 1.000.000 per gambar. Namun, biaya foto makanan juga sangat tergantung dengan budget klien serta kemampuan fotografer. Jika kamu sudah memiliki banyak portfolio, kamu mungkin akan mendapatkan harga yang tinggi. Tetapi, ingatlah untuk menjadi fleksibel saat menentukan harga sehingga klien kamu sering menggunakan jasamu.

4. Pahami Risikonya

Profesi fotografer makanan memang cukup jarang ditemui di Indonesia. Oleh karena itu, kamu harus memahami risiko saat mendalami profesi ini. Pada mulanya, kamu mungkin akan jarang menerima klien. Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, kamu juga akan menambah jumlah klien. Jadi, jangan khawatir! Ketika kamu sudah memahami risikonya, semua pekerjaan akan terasa gampang.

5. Pasarkan Jasa Foto Makanan

Perhatikan pemasaran jasamu! Kamu bisa menggunakan berbagai media sosial untuk menjangkau lebih banyak klien. Jadi, pilihlah salah satu dari beberapa media ini:

- Facebook

- Instagram

- TikTok

- LinkedIn

Kamu juga boleh membangun website/blog sendiri untuk membantu pencarian klien. Lebih daripada itu, kamu juga harus tetap menjalankan pemasaran offline. Pasalnya, pemasaran jenis ini terasa lebih personal sehingga potensi mendapatkan klien akan menjadi lebih besar.

Tips Mengambil Foto Makanan yang Bagus

Pencahayaan yang baik adalah kunci kesuksesan sebuah foto produk makanan aesthetic. Jadi, tip terbaik untuk fotografer pemula adalah menyadari intensitas cahaya dan bagaimana cahaya itu mengenai makanan, dan belajar menyesuaikannya. Berikut adalah beberapa cara untuk memulainya.

- Ambil foto di bawah cahaya alami. Lebih daripada itu, jangan gunakan lampu di atas kepala atau flash internal.

- Bergeraklah untuk menemukan sumber cahaya terbaik. Jangan merasa terbatas untuk mengambil foto di dapur. Mungkin kamu bisa mendapatkan cahaya terbaik di pagi hari, dan di ruang tamu pada sore hari.

- Cobalah mengambil foto dari berbagai sudut. Beberapa piring makanan terlihat lebih baik dari atas (seperti, pizza), atau dari samping (burger), atau pada sudut 45 derajat (minuman). Oleh karena itu, cobalah bergerak di sekitar piring dan mengambil foto di berbagai sudut sehingga kamu dapat memilih gambar favoritmu nanti.

- Minimalkan kekacauan. Jika sendok, serbet, atau latar belakang yang sibuk tidak menambah value foto, maka jangan menggunakannya. Selanjutnya, fokus pada apa yang paling penting. Namun, jangan mengambil gambar yang terlalu dekat sehingga pemirsa tidak tahu apa makanannya.

- Dalam situasi cahaya rendah, gunakan aperture lebar dan ISO lebih tinggi.. ISO tinggi akan memungkinkan sensor kameramu mendeteksi lebih banyak cahaya, tetapi perlu diingat bahwa semakin tinggi Anda melangkah, semakin halus gambar yang dihasilkan.

- Di area yang cukup terang, pilih aperture Anda berdasarkan seberapa banyak gambar yang ingin kamu fokuskan. Saat aperture Anda terbuka lebar (f-stop lebih kecil), depth of field kamu sangat dangkal, artinya benda-benda di latar belakang atau latar depan yang jauh akan menjadi tidak fokus. Aperture yang lebih kecil (f-stop yang lebih besar) akan memperlebar depth of field. Lebih daripada itu, hal inimemungkinkanmu untuk memfokuskan bagian depan dan belakang piring makanan sekaligus. Untuk pemula, pengaturan f-stop 3,5 hingga 5 adalah rentang awal yang cukup bagus.

Hindari Masalah Ini Saat Membuka Jasa Foto Makanan

Frustrasi dengan hasil foto makanan? Khawatir mengecewakan klien? Baca terus untuk solusi potensial.

- Foto Anda buram. Foto buram terjadi karena guncangan kamera. Jadi, solusinya meliputi: Memegang kamera dengan lebih stabil, kamu bisa juga menggunakan tripod untuk melakukan ini. Selanjutnya, kamu juga bisa menambah shutter speed atau pindah ke area dengan lebih banyak cahaya. 

- Warna tidak realistis. Saat mengedit foto, kamu bisa mengubah kecerahan warna dengan menyeimbangkan white balance. Terlebih lagi, warna memang menjadi hidup ketika white balance-nya sudah benar.

- Foto tidak terlihat seperti foto makanan profesional. Fotografer makanan berpengalaman menggunakan lensa yang memungkinkan mereka mempersempit depth of field untuk menyorot subjek foto. Kemudian mereka menggunakan perangkat lunak fotografi untuk mengubah kontras, level, dan ketajaman foto mereka. Terkadang beberapa pengeditan sederhana dapat membuat foto menjadi menonjol.

- Bertengkar dengan klien. Kendati penting untuk mempertahankan artistik pribadi, ingat bahwa ini pemotretan produk klienmu. Jadi, dengarkan mereka dan cari tahu tampilan paling baik untuk produknya.

Praktikkan semua tips di atas untuk memulai usaha jasa foto makanan. Semoga bermanfaat!