Komposisi Fotografi: Pengertian dan 3 Contohnya

Fotografi -  Kamu tentu saja pernah mendengar tentang komposisi fotografi. Lebih daripada itu, kamu pasti paling tidak pernah melihat seorang fotografer handal berkata bahwa sebuah gambar punya komposisi yang kuat. Namun, apa sebenarnya arti dari komposisi fotografi?

Ada interaksi antara gambar yang ada di bingkai dengan orang-orang yang melihatnya. Terlebih lagi, posisi subjek dalam gambar bisa menyentuh psikologi manusia. Dengan demikian, komposisi menentukan interpretasi serta pemaknaan terhadap setiap image yang kita lihat.

Artikel kali ini akan menjelaskan komposisi dalam fotografi untuk pemula. Selain itu, kami juga akan memberi pemahaman yang mudah dan praktis tentang teknik-teknik yang dapat kamu gunakan untuk membuat gambar yang menarik perhatian pemirsa.

Apa itu Komposisi Fotografi?

Sama seperti cahaya, warna, dan subjek, komposisi fotografi adalah bagian mendasar dari bagaimana sebuah foto menceritakan kisahnya, menentukan dampak visualnya, dan membangun hubungan dengan pemirsa.

Komposisi adalah bagaimana berbagai elemen dalam foto ditempatkan di dalam bingkai. Dengan demikian, komposisi juga menentukan bagaimana subjek dalam gambar berhubungan satu sama lain.

Komposisi foto berasal dari posisi kamu sebagai fotografer, sudut pandang, lensa, dan bahkan seberapa banyak bagian gambar yang menjadi fokus.

Mempelajari cara membuat komposisi yang kuat dan efektif akan sangat memengaruhi cara orang memandang fotomu. Lebih daripada itu, komposisi juga membantu gambar terhubung dengan pemirsa pada tingkat emosional.

3 Komposisi Fotografi yang Perlu Kamu Ketahui

Aturan komposisi dalam fotografi memang dapat kamu langgar. Namun, aturan-aturan ini bukanlah bersifat seperti belenggu yang mengatur benar atau salah. Oleh karena itu, kamu dapat menggunakannya sebagai panduan, bukan kewajiban yang harus kamu penuhi. Berikut ini, macam-macam komposisi fotografi yang perlu kamu pahami!

1. Rule of Third

Aturan ini mengharuskanmu untuk menarik garis imajiner dalam sebuah gambar. Bagaimana caranya?

- Buatlah 2 garis vertikal yang bersisian.

- Selanjutnya, tarik 2 garis horizontal secara melintang di atas garis vertikal.

- Garis-garis ini akan membentuk 9 kotak dengan ukuran sama.

Teorinya mengatakan bahwa titik-titik utama dalam foto harus berada di titik-titik di mana garis-garis ini berpotongan, atau cukup dekat dengannya.

2. Center

Saat kita pertama kali memegang kamera, kita pasti akan menempatkan subjek di posisi tengah. Namun, begitu berkenalan dengan komposisi, kita cenderung menghindari pemusatan subjek dan mulai menerapkan teknik komposisi seperti rule of third.

Menempatkan subjek di posisi center/tengah tidak selalu salah. Terlebih lagi, teknik ini dapat menyampaikan pentingnya subjek tertentu. Selain itu, menggunakan posisi tengah akan memberikan keseimbangan dan mungkin menciptakan perasaan simetri.

3. Simetri

Mata manusia suka menemukan pola. Oleh karena itu, teknik simetri bisa memberikan kepuasan tersendiri pada audiens.

Seperti disebutkan di atas, memusatkan subjek dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan rasa simetri. Namun, kamu juga dapat membagi bingkai secara vertikal di tengah sehingga pola atau bentuk tercermin di kedua sisi.

Struktur buatan manusia biasanya cocok untuk menciptakan simetri. Terlebih lagi, arsitek telah menggunakannya selama berabad-abad untuk memberikan rasa stabilitas, kehalusan, dan keseimbangan.

Lebih daripada itu, simetri juga dapat kamu temukan di alam. Inilah mengapa simetri menjadi salah satu contoh komposisi fotografi yang menarik untuk kamu terapkan. Pasalnya, simetri dapat menginspirasi rasa ketenangan dan kesempurnaan pada pemirsa.

3 Komposisi fotografi ini tentu saja bukanlah satu-satunya. Ada lebih banyak lagi komposisi fotografi yang bisa kamu pelajari lewat situs ini! Oleh karena itu, baca terus artikel kami agar kamu dapat segera menguasai berbagai teknik pengambilan gambar. Selamat mencoba!