Panduan Memulai Jasa Foto Produk untuk Pemula

Bagaimana cara sebuah brand dapat meyakinkan audiens bahwa produknya adalah yang terbaik? Fotografi produk merupakan jawabannya. Jasa foto produk yang kini kian populer akan mengambil gambar produk dengan berbagai tujuan, antara lain:

- Menampilkan produk: Web, sosial, eCommerce

- Mempromosikan produk kamu: Iklan, advertorial, presentasi grosir, lookbooks

- Menunjukkan apa yang ada di dalamnya: Kemasan, label

Meskipun sudah banyak fotografer profesional yang menawarkan jasa ini, kamu tetap bisa melakukan hal yang sama. Terlebih lagi, tingginya permintaan akan jasa foto produk memberi peluang penghasilan yang tidak sedikit bahkan bagi fotografer pemula.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu kamera atau gadget terbaru untuk membuat pemotretan produk yang profesional. Lebih daripada itu, kamu juga tidak perlu menghabiskan banyak uang.

Pelanggan hanya ingin bukti bahwa jasa foto produk memiliki kualitas dan nilai sesuai brand. Oleh karena itu, kami akan membahas semua yang perlu kamu ketahui tentang fotografi produk dan cara membuka jasa foto produk.

Apa yang Kamu Perlukan untuk Membuka Jasa Foto Produk?

Ada 5 peralatan dasar yang kamu butuhkan untuk membuka jasa fotografi produk. Apa saja itu?

1. Ruangan

Kamu membutuhkan ruangan sendiri yang bebas dari gangguan sebagai modal utama jasa foto produk. Ruangan studio akan membantumu melindungi proses pemotretan dari hal-hal seperti anak-anak, keluarga, hewan peliharaan, atau elemen cuaca.

Lebih daripada itu, ruangan studio terpisah akan membantumu menghindari inkonsistensi pada gambar. Pasalnya, kamu dapat membuat pencahayaan sendiri yang bebas dari pengaruh cahaya dari luar ruangan.

Sedikit tips: Pilihlah ruangan dengan dinding yang bersih, sehingga dapat berfungsi sebagai latar belakang fotografi produk.

2. Kamera

Idealnya, seorang fotografer harus memiliki kamera profesional. Namun, kamu juga boleh menggunakan smartphone, jika kamu tidak memilikinya. Terlebih lagi, smartphone kini punya fitur lengkap yang membuat siapa saja dapat menghasilkan gambar dengan kualitas tinggi dan detail yang indah.

3. Tripod

Menggenggam kamera dengan tangan akan memberikan bidikan yang buram. Pasalnya, tangan manusia tidak cukup stabil untuk kamera. Jadi, kamu sebaiknya membeli tripod untuk menjaga agar pemotretan tetap berjalan lancar dan hasil bidikan sempurna.

4. Background

Ada beberapa jenis background atau latar belakang yang mungkin perlu kamu siapkan untuk mengambil foto produk, antara lain:

- Seamless Background – layar melengkung atau karton di belakang produk yang menghilangkan gangguan dan membuat produk tampak mengambang.

- Horizon Line Background – latar belakang dengan garis horizontal di tengahnya.

- Lifestyle Background – latar belakang berupa sudut ruangan maupun lokasi menarik lainnya sesuai dengan tema produk.

5. Pencahayaan

Selain lampu, kamu juga akan membutuhkan  permukaan putih atau reflektif, seperti karton, yang dapat menangkap senter dan mengarahkan cahaya ke produk. Kamu dapat bereksperimen dengan menggerakkan reflektor untuk mendapatkan cahaya terbaik.

Cara Membuat Foto Produk

Kamu mungkin hanya memiliki satu klien fotografi produk untuk saat ini. Namun, jika semuanya berjalan dengan baik, kamu tentu akan segera mendapatkan banyak orderan. Oleh karena itulah, kamu ingin selalu memberikan tampilan yang konsisten melalui palet warna, saturasi atau filter, komposisi, lokasi, dan penempatan produk. Ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan!

Ukuran Gambar

Ukuran gambar mengacu pada bentuk serta ukuran file foto. Kamu dapat mengatur sebagian besar kamera untuk memotret dalam potrait, lanskap, atau bahkan persegi. Selanjutnya, kamu sebaiknya selalu mengambil gambar dalam ukuran yang paling tinggi pada fotografi produk. Tenang saja karena kamu dapat mengurangi ukurannya di tahap editing. Jika memungkinkan, pilih file RAW daripada Jpeg terkompresi.

Cahaya

Ada dua pilihan utama: cahaya alami dan buatan. Jika kamu memotret orang atau produk untuk penggunaan di luar ruangan, cahaya alami merupakan pilihan yang terbaik. Meskipun demikian, kamu harus waspada dengan gangguan lain yang mungkin terjadi ketika kamu mengambil lokasi di luar ruangan.

Di sisi lain, cahaya buatan bekerja dengan baik untuk pemula karena memberimu kontrol yang jauh lebih besar. Cahaya dari lampu di dalam rumah akan memudahkanmu dalam menyesuaikan cahaya dengan kondisi ideal. Ini akan lebih berguna daripada lampu kilat. Kondisi pencahayaan yang telah ditentukan menciptakan konsistensi di setiap bidikan. Lebih daripada itu, kamu dapat menyesuaikan bayangan dramatis, menentukan bentuk, atau detail produk.

TIPS: Pencahayaan apa pun yang kamu pilih, luangkan waktu untuk mengkonfigurasi dan mengambil gambar uji coba, untuk mengambil gambar produk terbaik.

Komposisi

Jangan sampai penataan produkmu terkesan membosankan. Ikuti beberapa tips ini!

- Cropped Front – Ini adalah bidikan produk klasik. Kamu memotong gambar untuk mempertajam detail.

- Diagonal dinamis – Gunakan garis miring untuk menarik perhatian. Terlebih lagi, ini akan membuat gambarmu terkesan lebih hidup.

- Rule of Third – Bagilah bingkai menjadi tiga kolom atau baris dan tempatkan produk pada salah satu bagiannya.

- Grouping – mengelompokkan item akan membuat produk terlihat lebih menonjol.

- Flat Lay – Gambar diambil dari atas dengan produk diletakkan rata untuk menceritakan sebuah kisah.

Sudut Pengambilan Gambar

Ada 3 jenis sudut pengambilan gambar. Jadi, apa saja itu?

- Bidikan setinggi mata, pada level yang sama dengan produk

- Bidikan tinggi, diambil dari sedikit di atas produk, melihat ke bawah

- Rendah, diambil dari sedikit di bawah produk sambil melihat ke atas.

Sudut Kamera

Ada banyak cara untuk memotret produk. Namun, inilah yang paling umum.

- Sudut depan – Anggap ini sebagai pemotretan depan, dari ketinggian mata. Kamu akan sering melihat foto produk seperti ini di situs eCommerce karena rapi dan terorganisir serta membuat audiens mudah mengidentifikasi produk.

- Sudut profil – Foto ini diambil dari samping, biasanya setinggi mata. Lebih daripada itu, sudut ini sering muncul di situs sneaker sehingga logo terlihat.

- Sudut tiga perempat – Gambar ini diambil sekitar 45 derajat di kedua sisi produk, biasanya dari sudut tingkat tinggi. Oleh karena itu, sudut ini bagus untuk menampilkan beberapa produk, seperti rentang atau konten kit.

Bagaimana Menentukan Biaya Jasa Foto Produk?

Kamu bisa menentukan harga jasa foto produk dengan beberapa cara, antara lain:

- Menerapkan harga per foto – klien harus membayar untuk setiap lembar gambar yang kamu hasilkan.

- Biaya jasa foto produk per jam – klien harus membayar berdasar jumlah jam kerja fotografer.

- Menerapkan harga per proyek – klien membayar harga jasa foto produk untuk setiap kontrak proyek.

Kamu juga dapat menerapkan biaya tambahan, jika lokasi pengambilan gambar berada di luar kota. Oleh karena itu, biasanya klien cenderung memilih jasa foto produk terdekat untuk menghemat biaya.

Akhir Kata

Kamu memiliki banyak pilihan saat mengambil foto produk. Jadi, kamu mungkin perlu meluangkan waktu untuk mempelajari beberapa hal yang sudah kami bahas dalam artikel ini. Terlebih lagi, jika kamu adalah seorang fotografer pemula. Teruslah mengasah kemampuan untuk membangun jasa foto produk yang ramai klien.