Pengertian dan Karakteristik Natural Light dalam Fotografi

Cahaya adalah bahan utama sebuah foto. Lebih daripada itu, cahaya merupakan satu-satunya alasan mengapa kamu bisa mengambil sebuah gambar. Setelah mengklik shutter, cahaya masuk ke kamera, mentransfer gambar yang mengenainya ke film atau berubah menjadi sinyal listrik yang kemudian berubah menjadi piksel dalam foto digital. Tanpa cahaya, tidak ada foto. Oleh karena itu, kamu harus mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang natural light. Apa pengertiannya dan karakteristiknya.

Apa itu Natural Light?

Bentuk cahaya yang paling dasar dan penting adalah cahaya alami atau natural light. Istilah ini umumnya mengacu pada cahaya apa pun yang tercipta oleh sinar matahari.

Natural light tersedia berlimpah (sehingga kamu bisa berlatih secara konsisten dengan gratis). Lebih daripada itu, kamu dapat memperhatikan faktor-faktor tertentu seperti bagaimana matahari bersinar sepanjang hari saat berada dalam kondisi cuaca yang berbeda. Dengan demikian, kamu akan belajar menilai cahaya dengan lebih baik, memaksimalkan potensinya, dan menerapkan teknik dasar dalam genre fotografi apa pun.

Karakteristik Natural Light

Sebelum mempelajari berbagai jenis cahaya alami, mari kita lihat empat karakteristik utama yang digunakan untuk mengkategorikannya yaitu warna, intensitas, arah, dan kualitas.

Temperatur warna

Temperatur warna mengacu pada berbagai corak warna yang dihasilkan oleh sumber cahaya yang berbeda.

Kamu dapat mengukur temperatur warna dengan skala Kelvin. Berawal dari ujung spektrum yang lebih dingin dan berwarna biru ke ujung yang lebih hangat dan berwarna kemerahan.

Suhu warna berubah sepanjang hari, tergantung pada waktu dan jumlah awan di langit. Saat fajar, langit tampak berwarna biru muda. Saat matahari terbenam, langit tampak jingga (inilah yang disebut fotografer sebagai golden hour); dan saat senja, langit tampak biru keunguan.

Intensitas

Intensitas cahaya adalah ukuran kekerasan atau kecerahannya dan menentukan seberapa banyak cahaya yang ada dalam suatu waktu. Intensitas kadang-kadang dapat kamu sebut sebagai "kuantitas cahaya."

Kamu dapat memperkirakan seberapa intens cahaya berdasarkan keseimbangan antara bayangan (area yang lebih gelap pada gambar) dan sorotan (area yang lebih terang pada gambar). Perbedaan antara sorotan dan bayangan ini dikenal sebagai kontras.

Cahaya biasanya paling kuat terjadi pada siang hari ketika matahari tepat di atas kepala. Oleh karena itu, kontras pada siang hari sangatlah tinggi dan cenderung membuat bayangan lebih jelas. Sebaliknya, cahaya dan kontras kurang intens di pagi atau sore hari.

Arah

Seperti disebutkan sebelumnya, tergantung pada waktunya, arah cahaya dapat berubah karena pergerakan matahari.

Misalnya saja, matahari berada di bawah cakrawala saat fajar dan senja, hampir horizontal saat matahari terbit, dan paling tinggi dan hampir vertikal tengah hari. Hasilnya, memotret pada waktu yang berbeda ini menghasilkan gambar yang sangat berbeda.

Sebaliknya, siklus menuju malam akan berbeda dengan siklus menuju siang. Terlebih lagi, matahari berada di posisi sedang ke rendah di sore hari, hampir mendatar saat matahari terbenam, dan di bawah cakrawala saat senja dan senja.

Kualitas

Kualitas cahaya mencakup karakteristik lain dengan variabel keras/langsung dan lunak/difusi.

Semakin kecil sumber cahaya dibandingkan dengan subjek, maka semakin keras kualitasnya. Sebaliknya, saat cahaya menyebar dan menjadi lebih besar, kualitasnya juga menjadi lebih lembut.

Pada kenyataannya, tidak ada natural light yang buruk bagi fotomu. Yang ada hanyalah fotografer yang kurang pandai memanfaatkan natural light. Oleh karena itu, jika kamu mencari kualitas cahaya yang baik, kamu hanya perlu menentukan jenis gambar yang ingin kamu buat. Kemudian, kamu harus memutuskan apakah kamu ingin bekerja dengan cahaya lembut atau keras.